Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mulawarman menyelenggarakan kegiatan seminar bertajuk penguatan riset biodiversitas bersama Yayasan Indeks Biodiversitas Indonesia (YIBI) dan WWF Indonesia pada Kamis, 26 Februari 2026 di Theater Room Gedung SLC, Fakultas MIPA, Universitas Mulawarman. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mendorong kolaborasi lintas institusi dalam pengelolaan, riset, dan penguatan basis data keanekaragaman hayati, khususnya di Kalimantan Timur.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FMIPA, Prof. Dr. Ratna Kusuma, M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, organisasi konservasi, dan pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan biodiversitas di tengah tekanan pembangunan. Sambutan kemudian disampaikan oleh Ketua YIBI, Prof. Ign. Pramana Yuda, Ph.D, yang memperkenalkan peran strategis YIBI dalam penguatan sistem data keanekaragaman hayati di Indonesia.
Hadir pula perwakilan KOBI Wilayah Tengah yaitu Ibu Magdalena Litaay, M.Sc., Dr. Barano Siswa Sulistyawan selaku Wakil Ketua YIBI, Prof. Dr. Jarulis, S.Si., M.Si. selaku Sekretaris YIBI, serta Oki Hadian Hadadi dari WWF Indonesia. Kegiatan ini juga diikuti oleh dosen dari Fakultas MIPA dan Fakultas Kehutanan UNMUL, serta mahasiswa dari kedua fakultas.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber yang membawakan tema-tema penting terkait biodiversitas dari berbagai perspektif. Ketua YIBI, Prof. Ign. Pramana Yuda, Ph.D, memaparkan materi mengenai Pengenalan YIBI dan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI). Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya pengukuran biodiversitas melalui indikator yang terstandar guna mendukung perencanaan pembangunan berbasis lingkungan. Selanjutnya, Callysta, selaku Data Analyst Expert YIBI, menyampaikan materi terkait Sistem Basis Data IBI dan Pemanfaatannya. Paparan ini menyoroti bagaimana pengolahan dan pengelolaan data biodiversitas dapat diintegrasikan dalam pengambilan keputusan, serta membuka peluang pemanfaatan data untuk kebijakan berbasis bukti.
Dari Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Dr. Rustam, M.P. mempresentasikan Master Plan of East Kalimantan Biodiversity 2025–2029. Materi ini menggambarkan arah strategis pengelolaan biodiversitas di Kalimantan Timur dalam jangka menengah, termasuk potensi integrasi dengan perencanaan pembangunan daerah.
Sementara itu, Dr. Medi Hendra, M.Si. dari FMIPA UNMUL mengangkat tema Keanekaragaman Hayati dan Botani Lokal Masyarakat Dayak Benuaq. Paparan ini menyoroti hubungan erat antara pengetahuan lokal dan praktik pemanfaatan sumber daya hayati oleh masyarakat adat sebagai bagian dari sistem konservasi berbasis kearifan lokal.
Topik perairan dibahas oleh Dr. Jusmaldi, M.Si. dari FMIPA UNMUL melalui materi Keragaman Ikan di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Materi ini memperlihatkan dinamika biodiversitas perairan yang dipengaruhi oleh tekanan lingkungan dan aktivitas manusia.
Selain sesi seminar, kegiatan ini juga menghadirkan kuliah umum oleh Ketua YIBI mengenai Aplikasi Teknologi Bioakustik dalam Riset Konservasi Satwa Liar. Teknologi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung monitoring keanekaragaman hayati secara non-invasif.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terarah yang melibatkan akademisi dari Universitas Mulawarman, YIBI, WWF Indonesia, dan KOBI. Diskusi difokuskan pada dua aspek utama, yaitu taksa dan tata kelola biodiversitas. Pada aspek taksa, pembahasan mencakup flora dan fauna, mulai dari kayu hutan dan anggrek endemik hingga herpetofauna, aves, mamalia, insekta, dan pisces, dengan penekanan pada kondisi spesies, dinamika populasi, serta pentingnya kualitas habitat di Kalimantan Timur. Sementara itu, pada aspek tata kelola, diskusi menyoroti pentingnya integrasi data lintas lembaga, penguatan basis data biodiversitas, keterkaitan riset dengan kebijakan, serta kolaborasi dan peran kearifan lokal dalam mendukung konservasi berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk sinergi yang lebih kuat dalam penguatan riset dan pengelolaan biodiversitas di Kalimantan Timur, sehingga upaya konservasi tidak hanya berbasis data, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata dalam kebijakan dan praktik pembangunan berkelanjutan.
informasi Humas
English
Indonesia